top
logo
Baner

pendapat anda

Penerapan System Tri Falaq Tunggallistik
 

T R I

Tunggal

 

FALAQ

WAKTU SUBUH/

 

KEKUASAAN

 

ALLAH SWT

Yang mengatur/menguasai

Pertemuan antara

Siang dan Malam

 

Listik


Cetak

 

 

LAMBANG

 

BENDERA

 

PUTIH DI DEPAN ( kanan )

 

MERAH DI BELAKANG ( Kiri)

 

Ada pertayaan dari kawan kawan saya: 

  1. Kenapa background (latar belakang)  lambang System pedoman hidup manusia itu Bendera Putih di depan Merah di belakang ...?
  2. Kenapa tidak mengunakan bendera merah putih seperti bendera kebangsaan Indonesia bukankah pencetus seorang warga negara indonesia yang harus bangga dengan bendera kebangsaan Indonesia Merah diatas  Putih di bawah ...?
  3. Apakah pencetus akan merubah bendera kebangsaan Indonesia ( bukankah itu perbuatan makar kalau Tri falaq  Tunggallistik ) mengunakan bendera Putih di depan Merah di belakang ..?
  4. Apakaharti dan makna secara Filosofi dari Bendera Putih di depan Merah di belakang tersebut ?

Jawaban :

Pencetus mengnakan Background (latar belakang)  dari lambang System pedoman hidup manusia itu Bendera Putih di depan Merah di belakang dengan maksud bahwa dalam hidup ini manusia memiliki dua hal yang sangat penting yang keduanya  harus seimbang :

Contoh :

  1.  Dalam tubuh manusia terdapat darah merah dan darah Putih yang  harus seimbang
  2.  Dalam waktu adanya Gelap ( Malam ) dan Terang ( siang )
  3.  Dalam Hitungan ada Negatip ( - )  dan Positif ( + ) 
  4.  Kebutuhan manusia ada Meterial dan non Material
  5.  dst

 Pencetus tidak mengunakan bendera kebangsaan Indonesia sebab kelau Pencetus mengunakan Bendera Kebangsaan Indonesa Merah Di atas putih di bawah maka pencetus telah melangar UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan

                                      Pasal 57(Hurup a ) jo Pasal 68

Setiap orang dilarang: (a) mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara dipidana dengan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00

Kita semua masih ingat ketika Grup Band DEWA saat konser  mengunakan Bendera kebangsaan Indonesia sebagai Background Lambang Grup Band DEWA (AHMAD dani Cs ) tersebut yang  Akirnya Grup Band tersebut berurusan dengan pihak berwajib. dan apabila pencetus mengunakan bendera kebangsaan Indonesia sebagai Background lambang Ilmu Pengetahuan System Tri Falaq Tunggallistik maka HAK CIPTA tidak akan turun ( bermaslah ) dan saya tetap bangga terhadap bendera kebangsaan Indonesia serta Pancasila

Tidak ada niatan pencetus untuk merubah bendera kebangsaan Indonesia ..tetapi pencetus mengunakan warna Bendera Putih di depan dan merah di belakang di darsari oleh pemaham filosofi seorang anak bangsa NUSANTARA yang sudah biasa di ajarkan oleh leluhur dan orang tua sebuah Filosofi jawa " JENANG ABANG ( merah ) JENANG PUTIH  tau sebaliknya JENAG PUTIH JENANG ABANG ( merah Juga di dasari pemahaman sebuah Hadist : 

“Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu   merah dan putih”( Marfu’ HR. Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Dengan sanad Tsauban-Abu Asma’ ar Rahabiy-Abu Qalabah-Muadz bin Hisyam)

dan ketulan sekali warna merah dan putih tersebut di gunakan oleh beberapa negara di dunia Antara lain :

  1. Negara INDONESIA yang merdeka tahun 1945 M....mengunakan Bendera kebangsaanya MERAH DI ATAS PUTIH DI BAWAH sama Persis dengan Bendera Kerajaan MONACO yang merdeka tahun 1927 M 
  2. Negara POLANDIA Mengunakan Bendera kebangsaan PUTIH DI ATAS MERAH DI BAWAH . Berbanding terbalik dengan indonesia dan Monaco 
  3. Nagara Singapura mengunakan bendera kebangsaan Merah di atas putih di bawah di suduh atas dekat tiang di tambah lambang Bulan dan bintang lima buah 

Background Bendera Putih di depan Merah di belakang mempuyai makna yang sangat tinggi sebagai simbol dasar dalam system Tri Falaq Tunggallistik yaitu sebagai berikut :

1. Warna merah melambangkan keberanian, Kesatria, Kekuatan, Keperkasaan, kekuasaan,

    Kemampuan , Kekayaan, Kecerdasan, Kesaktian, kejantanan dan lain-lain

2. Warna Putih melambangkan Kesucian, Kebenaran, Moralitas, Kemanusiaan, Kesyahidan,

    nilai-nilai  Agamis, Ketuhanan dan lain sebagainya 

3. Di depan melambangkan harus didahulukan, diutamakan , dinomorsatukan,

   dimenangkan, dikedepankan, dibela dan seterusnya 

4. Di belakang melambangkan di belakangkan, di nomor duakan, di gunakan belakang,

  menyusul dan lain sebagainya  

Jelasnya bahwa dalam Ilmu pengetahuan System Pedoman hidup Tri Falaq Tunggallistik dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan dan tindakan apapun haruslah berdasar pada prinsif-prinsif Putih di depan merah di belakang artinya di dalam pirnsif-prinsif Tri Falaq Tunggallistik haruslah :

Mengutamakan,menomorsatukan memenagkan,mengedepankan, membela kebenaran,   kesucian,moralitas,kemausiaan, kesyahidan, Ketuhanan sebelum menggunakan,mendayagunakan,melakukan, tindakan yang menggunakan kekuatan , Kekuasaan, Kecerdasan. harta benda, kesaktian,kejantanan .

 

UU No 24 Tahun 2009

tentang Bendera, Bahasa,

dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan

UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan ini disahkan pada 9 Juli 2009. UU 24/2009 ini secara umum memiliki 9 Bab dan 74 pasal yang pada pokoknya mengatur tentang praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan berikut ketentuan – ketentuan pidananya.

Setidaknya ada tiga hal tujuan dari dibentuknya UU No 24 Tahun 2009 ini adalah untuk (a) memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

(b) menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan

(c) menciptakan ketertiban, kepastian, dan standarisasi penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.

UUD 1945 sudah mengatur berbagai hal yang menyangkut tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, yaitu dalam Pasal 35, Pasal 36 , Pasal 36A , Pasal 36B dan untuk implementasinya kedalam UU diperintahkan melalui Pasal 36 C. Namun demikian Bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan hingga kini belum diatur secara lengkap dalam sebuah UU.

Selama ini pengaturan tentang bendera, bahasa, lambang negara, serta lagu kebangsaan diatur dalam beragam peraturan perundang-undangan antara lain

(1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang hanya mengatur tentang kejahatan (tindak pidana) yang menggunakan Bendera Sang Merah Putih; penodaan terhadap bendera negara sahabat; penodaan terhadap Bendera Sang Merah Putih dan Lambang Negara Garuda Pancasila; serta pemakaian Bendera Sang Merah Putih oleh mereka yang tidak memiliki hak menggunakannya seperti terdapat pada Pasal 52a; Pasal 142a; Pasal 154a; dan Pasal 473.;

(2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah (Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 550), Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 dari Republik Indonesia dahulu tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah Untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1954 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 550), Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 302, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2361), Undang- Undang Nomor 14 PRPS Tahun 1965 Nomor 80), Undang-Undang Nomor 19 PNPS Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 81), Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301);

(3) Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara;

(4) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1958 No.68);

(5) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing (Lembaran Negara Tahun 1958 No.69); (

6) Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1958 tentang Panji dan Bendera Jabatan;

(7) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958 tentang Penggunaan Lambang Negara; (8) Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya; dan

(9) Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan.

Undang-Undang ini diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan mengatur tentang berbagai hal yang terkait dengan penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, termasuk di dalamnya diatur tentang ketentuan pidana bagi siapa saja yang secara sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang terdapat di dalam Undang-Undang ini.

Namun ada beberapa hal yang patut dicermati dalam UU ini terutama dalam hal tindak pidananya silahkan lihat pada uraian dibawah ini di bawah ini

                                                          Bendera

Pasal 24 a jo Pasal 66

Setiap orang dilarang: (a) merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00

Pasal 24 b atau c atau d atau 3 jo Pasal 67

Setiap orang dilarang:

(b) memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial; (

c) mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;

(d) mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan

(e) memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00

                                                            Bahasa

Tidak ada larangan dan tidak ada ancaman pidana

                                                        Lambang Negara

Pasal 57 a jo Pasal 68

Setiap orang dilarang: (a) mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara dipidana dengan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00

Pasal 57 b atau c atau d jo Pasal 69

Setiap orang dilarang:

(b) menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;

(c) membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan (

d) menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00

 

 

Pengunjung online

Kami memiliki 86 Tamu online

Hak Cipta

Falsafah System
TRI FALAQ TUNGGALLISTIK
Di Lindungi oleh
Undang-Undang RI
HAKI Nomor : 047721
Jakarta, 20-Juli-2010

bottom
top

Jantung dan Hati

Kebutuhan pokok hidup manusia

yang ketiga

Adalah Makan/Ekonomi

Manusia wajib bekerja keras

Agar Sejahtera/makmur

Dalam negara Presiden ( Eksekutif )

O T A K

Kebutuhan pokok hidup manusia

yang kedua

Adalah ILMU

Wajib belajar/mencari ilmu

Karena

ibadah tanpa Ilmu sia-sia

Dalam Negara DPR ( Legeslatif)

Alat Kelamin

Kebutuhan Pokok hidup manusia

yang pertama

adalah Ibadah ke Allah Swt

Di ciptakanya Jin dan Manusia

itu agar menyembah

Allah Swt

Dalam negara MA/Yudikatif

KAKI dan TANGAN

Kebutuhan pokok manusia

yang Ke Empat

Adalah Pertahanan dan Keamanan

Manusia wajib menjaga diri dari

serangan musuh

Dalam negara TNI dan POLRI

Bendera Putih Merah

Dalam melakukan segala perbuatan

wajib

Mendahulukan kebenaran daripada kekuatan 

 

ROH

Kebutuhan pokok manusia

yang Ke Lima

Adalah Kepemimpinan

Aku tiupkan Roh maka sempurnalah Adam.

............................

Setiap manusia pemimpin diri sendiri

Jadi harus mau dipimpin atau memimpin

Dalam negara adalah  RAJA

Dalam rumah tangga Bapak

Jabatan ini dalam tata negara Indonesia belum ada .......?


bottom

Dijalankan dengan Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.